Serangan darat Israel ke Lebanon Selatan sendiri dimulai sejak 2 Maret dalam eskalasi konflik terbaru melawan Hezbollah. Pasukan Israel menyeberangi perbatasan dan mulai menghancurkan desa-desa di wilayah tersebut secara masif.
Tak hanya serangan udara dan darat, penghancuran juga dilakukan menggunakan buldoser untuk meratakan kawasan permukiman, khususnya desa-desa yang berada dekat pagar perbatasan. Langkah ini disebut bertujuan untuk membuka lahan bagi pembangunan pos militer baru.
Seorang tentara bahkan menyebut bangunan yang dijadikan pos militer tersebut akan bersifat permanen, menandakan potensi kehadiran jangka panjang Israel di wilayah itu.
Dalam laporan yang sama, disebutkan pula pasukan Israel telah maju hingga garis desa ketiga dari perbatasan, atau sekitar 20 km dari Sungai Litani. Pergerakan ini menunjukkan intensitas operasi yang semakin dalam ke wilayah Lebanon Selatan.