Meski demikian, dalam jangka pendek, AS kemungkinan besar masih memiliki cukup amunisi untuk mendukung operasi militer melawan Iran jika gencatan senjata runtuh.
Hal yang menjadi catatan, persediaan senjata saat ini tidak mencukupi untuk konflik dengan musuh yang miliki kekuatan hampir setara seperti China.
“Pengeluaran amunisi yang tinggi menciptakan celah kerentanan yang meningkat di Pasifik Barat,” kata Mark Cancian, veteran Korps Marinir AS yang juga salah satu penulis laporan CSIS, kepada CNN.
Dia menambahkan, butuh waktu 1 hingga 4 tahun untuk mengisi kembali persediaan tersebut, bahkan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya ke tingkat persediaan yang dibutuhkan.
Sementara itu Juru Bicara Pentagon Sean Parnell, saat dikonfirmasi CNN, menegaskan militer memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pada waktu dan tempat yang telah ditentukan Presiden AS.
“Sejak Presiden (Donald) Trump menjabat, kami telah melaksanakan berbagai operasi yang sukses di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki persenjataan kemampuan yang mumpuni untuk melindungi rakyat dan kepentingan kita,” katanya.