WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat membusungkan dada setelah mendapat kabar Pemimpin Tertinggi IranAyatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan pada 28 Februari lalu. Trump dilaporkan merasa puas dengan dimulainya perang dan keberhasilan menyingkirkan tokoh paling penting di Iran tersebut.
Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sejumlah pejabat AS, mengungkap Trump bahkan menunjukkan rasa percaya diri ketika menghadiri acara penggalangan dana Partai Republik di Mar-a-Lago, Florida. Saat diberi tahu mengenai kematian Khamenei, Trump disebut "membusungkan dada".
Namun, sikap tersebut tidak bertahan lama. Setelahnya, Trump justru menghadapi tekanan dari berbagai arah. Kemajuan perang yang dinilai mandek serta perlawanan sengit Iran membuat situasi semakin sulit bagi pemerintahan AS.
Fakta mengenai sikap Trump tersebut terungkap setelah WSJ membongkar berbagai peristiwa di balik keputusan Washington menyerang Iran pada akhir Februari lalu. Trump ternyata telah menerima sejumlah peringatan dari pejabat intelijen, militer, dan pemerintahan sebelum memerintahkan serangan.
Trump Sudah Diperingatkan soal Khamenei
Direktur Intelijen Nasional AS saat itu, Tulsi Gabbard, disebut telah memperingatkan Trump mengenai risiko membunuh Khamenei.