Terungkap, Wagner Group Diguyur Uang Ratusan Triliun oleh Putin tapi Berontak

Anton Suhartono
Perusahaan militer swasta Wagner Group menerima 858 miliar rubel atau sekitar Rp145 triliun dari pemerintah Rusia (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Perusahaan militer swasta Wagner Group menerima uang 858 miliar rubel lebih atau sekitar Rp145 triliun dari pemerintah Rusia. Itu termasuk kebutuhan untuk pasukan Rusia yang dipasok oleh perusahaan milik Yevgeny Prigozhin tersebut.

“Didirikan oleh Yevgeny Prigozhin, perusahaan militer swasta Wagner mendapat lebih dari 858 miliar rubel di bawah kontrak dengan pemerintah," kata Dmitry Kiselev, direktur jenderal Rossiya Segodnya, perusahaan grup media yang juga menaungi Sputnik, Minggu (2/7/2023).

Di bawah kontrak lain, perusahaan milik Prigozhin lainnya, Concord, memberikan layanan senilai 845 miliar rubel kepada pemerintah Rusia.

Presiden Vladimir Putin pekan lalu mengatakan, Prigozhin menerima 80 miliar rubel setiap tahun dari pemerintah dengan memasok makanan serta menyediakan layanan katering bagi tentara Rusia. Pemerintah sudah memberikan begitu banyak keuntungan kepada Prigozhin, namun dia memberontak.

Wagner Group menjadi sorotan atas pemberontakan yang berlangsung selama 24 jam terhadap pemerintah Rusia pada akhir pekan lalu. Prigozhin mengerahkan pasukan beserta kendaraan lapis baja ke Moskow untuk menggulingkan kepemimpinan militer.

Selain itu, pasukannya menguasai Kota Rostov yang berbatasan dengan Ukraina dan merebut markas militer. 

Namun dia membatalkan pemberontakannya pada Sabtu malam dan menarik pasukan yang sudah berada 200 km dari Moskow. Prigozhin bernegosiasi dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko untuk membatalkan aksinya. Lukashenko mengatakan dia bertindak atas konsultasi dengan Putin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
2 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
3 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal