Thailand Blak-blakan Kecewa kepada Trump, Kenapa?

Anton Suhartono
Thailand mengungkapkan kekecewaan terhadap Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Kamboja (Foto: The Nation)

Sebaliknya, Thailand tidak pernah menghalangi pemulangan warga Kamboja yang tinggal di negaranya. Sementara itu Kamboja berulang kali menunda pembukaan kembali penyeberangan perbatasan.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana PM Kamboja, Hun Manet, melakukan pembicaraan terpisah di telepon dengan Trump pada Jumat.

Setelah itu Trump mengunggah pesan di media sosial Truth Social bahwa kedua pemimpin telah menyetujui gencatan senjata.

Anutin kemudian mengunggah pesan di media sosial keesokan harinya, Thailand akan melanjutkan operasi militer sampai ancaman terhadap wilayah dan rakyat Thailand dihapuskan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

57 tahun lalu

Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon

57 tahun lalu

AS Berhenti Serang Iran, Trump Beri Instruksi Lanjutkan Perundingan

57 tahun lalu

Trump: Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir tapi Negosiasi Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal