WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Setikat (AS) Donald Trump memperbarui ancamannya terhadap Iran. Dia menegaskan akan menyerang Iran kembali jika tak bisa mengendalikan kelompok proksinya di Lebanon, Hizbullah.
Ancaman terbaru Trump tersebut disampaikan di saat perang antara Israel dan Hizbullah terus berkecamuk di Lebanon, bahkan setelah AS mengumumkan gencatan senjata pada Jumat lalu. Selain itu AS dan Iran juga sedang menggelar negosiasi lanjutan di Swiss.
Trump mendesak Iran segera menghentikan Hizbullah, kelompok proksi yang dibiayai Teheran, di Lebanon dari masalah yang ditimbulkannya.
"Jika mereka tidak melakukannya, kami akan kembali menyerang Iran dengan sangat keras, seperti yang kami lakukan pekan lalu, hanya saja lebih keras lagi," kata Trump, di platform media sosial Truth Social, dikutip Senin (22/6/2026).
Israel semakin kewalahan menghadapi perang darat melawan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan. Pernyataan terbaru Pasukan Pertahanan Israel (IDF), militer Zionis kehilangan sedikitnya empat tentara, termasuk perwira, dalam pertempuran beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat militer Zionis semakin kalap dengan membombardir wilayah Lebanon, menewaskan 32 orang hanya dalam sehari, Sabtu (20/6/2026).