Serangan brutal Israel tersebut direspons Iran dengan kembali menutup Selat Hormuz, Minggu (21/6/2026). Iran menganggap AS dan Israel telah melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian gencatan senjata yang baru ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu lalu.
Dalam kesempatan terpisah, yakni wawancara dengan stasiun televisi Fox News, Trump berbicara dengan warga Iran seraya memperingatkan, jika Selat Hormuz terus ditutup maka tak akan ada lagi negara Iran.
"Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian," ujarnya.
Trump melanjutkan, AS mungkin akan mengambil alih jalur perairan penting bagi pasokan energi dunia itu jika perlu.
AS, kata Trump, bisa menjadi malaikat pelindung Selat Hormuz seraya merebut 20 persen minyak yang dihasilkannya.
"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut biaya," kata Trump.