Konflik ini merupakan kelanjutan dari ketegangan sejak 28 Februari, setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS.
Serangan terhadap South Pars langsung mengguncang pasar energi. Harga minyak melonjak hingga mendekati 110 dolar AS per barel. Sementara itu, harga gas di Eropa sempat naik lebih dari 25 persen sebelum sedikit turun, dan kini berada di atas dua kali lipat dibanding sebelum konflik.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya telah memperingatkan, eskalasi ini bisa menimbulkan konsekuensi di luar kendali dan berdampak global.
Pemerintah Qatar mengecam serangan terhadap fasilitas energinya sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan. Doha juga menyatakan berhak untuk merespons. Pascaserangan tersebut, dua diplomat Iran diperintahkan meninggalkan Qatar dalam waktu 24 jam.