“Menggandakan kebijakan gagal hanya akan membawa kekalahan lebih lanjut dan permusuhan dari warga Iran,” kata Araghchi, seraya menyebut perang ekonomi Trump terhadap Iran sebagai bentuk “terorisme ekonomi” yang bisa mengancam perekonomian global serta kedaulatan negara-negara seluruh dunia.
Trump sebelumnya mengumumkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap suatu negara". Dia mengatakan kampanye tersebut sebagai perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
AS berupaya memutus aliran keuangan dan perdagangan yang selama ini mendukung Iran seraya memperingatkan negara-negara yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintah mereka memberi peluang ekonomi kepada Iran akan mendapat hukuman yang berat.