Trump Kaget Lobi Israel di Kongres AS Semakin Loyo, Ini Penyebabnya

Anton Suhartono
Donald Trump kaget melihat lobi Israel yang selama puluhan tahun sangat kuat di Kongres, kini kehilangan pengaruh (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku kaget melihat lobi Israel yang selama puluhan tahun dikenal sangat kuat di Kongres, kini justru kehilangan pengaruh. Menurutnya, perubahan besar itu dipicu semakin banyak warga AS, baik pendukung Partai Demokrat maupun Republik, yang kritis terhadap tindakan brutal tentara Israel di Gaza.

Dalam wawancara eksklusif dengan Daily Caller di Gedung Putih, disiarkan Senin (1/9/2025), Trump menegaskan dua dekade lalu Israel memiliki posisi dominan di Capitol Hill. 

“Israel adalah yang terkuat. Sekarang, tidak ada lobi sekuat itu. Sungguh mengejutkan,” ujarnya, seperti dilaporkan kembali Anadolu.

Survei Ungkap Dukungan Publik ke Israel Merosot

Pernyataan Trump sejalan dengan hasil berbagai survei terbaru yang menunjukkan tren menurunnya dukungan publik AS terhadap Israel.

  • Survei Pew Research (Maret 2025): 53 persen warga AS memandang Israel secara negatif, naik dari 42 persen pada 2022.
  • Polling Quinnipiac (Agustus 2025): 60 persen responden menolak pengiriman bantuan militer tambahan AS ke Israel, tertinggi sejak perang Israel–Hamas pecah pada Oktober 2023.

Lebih dari separuh responden, termasuk 77 persen pendukung Partai Demokrat, bahkan menilai Israel telah melakukan genosida di Gaza.

Faktor Utama: Perang Gaza dan Kritik Lintas Partai

Melemahnya lobi Israel dinilai tak lepas dari perubahan opini publik akibat perang berkepanjangan di Gaza yang menelan ribuan korban sipil. Kritik terhadap Israel kini datang tidak hanya dari kubu Demokrat progresif, tetapi juga dari sebagian pendukung Partai Republik, termasuk basis MAGA yang semakin skeptis terhadap miliaran dolar bantuan militer untuk Tel Aviv.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Purbaya Heran AS Bisa Serang Venezuela: PBB-nya Lemah Sekarang

Keuangan
10 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke Rp16.740 per Dolar AS

Internasional
12 jam lalu

Kecam Serangan AS ke Venezuela, China: Tak Satu Negara pun Boleh Jadi Polisi Dunia!

Internasional
13 jam lalu

Trump Pertimbangkan Tangkap Presiden Kolombia Petro: Dia Punya Pabrik Kokain!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal