"Belum ada yang difinalisasi," kata Baghaei.
Sementara itu, Baghaei mengatakan, sebagian besar teks nota kesepahaman sebenarnya telah difinalisasi. Namun, menurutnya, AS mengajukan tuntutan yang berlebihan serta menambahkan sejumlah permintaan baru.
Dia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mengabaikan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi garis merah negara tersebut.
Trump sebelumnya juga pernah mengeklaim bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, tetapi pada akhirnya tidak terwujud.
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk, serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Meskipun kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata pada April, AS dan Iran masih terlibat dalam aksi saling serang secara sporadis, termasuk dua putaran serangan balasan yang terjadi pekan ini.