Trump kemudian membandingkan kondisi harga minyak saat ini dengan masa pemerintahan Biden. Menurut dia, pemerintahan sebelumnya tidak melakukan langkah yang cukup terkait isu nuklir Iran.
“Harga minyak lebih rendah daripada di bawah pemerintahan Biden, dan mereka tidak melakukan apa pun terkait fakta bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir,” katanya.
Perang AS-Israel melawan Iran yang pecah pada 28 Februari sempat mengguncang pasar energi. Konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, terutama karena posisi strategis Iran di kawasan dan ancaman terhadap jalur perdagangan energi.
Namun, Trump kini mengeklaim situasi tersebut telah berubah dan harga minyak kembali turun.
Di sisi lain, Iran sejak lama membantah tuduhan AS dan Israel bahwa Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir.