Trump Larang Masuk Warga Palestina dan Suriah ke Amerika

Anton Suhartono
Donald Trump menambahkan enam negara dalam daftar yang warganya dilarang masuk AS, termasuk Palestina dan Suriah (Foto: AP)

Disebutkan, mengingat lemahnya atau tidak adanya kendali yang dilakukan Otoritas Palestina (PA) atas daerah-daerah ini, individu yang mencoba bepergian dengan dokumen perjalanan yang dikeluarkan atau disetujui oleh PA saat ini tidak bisa diperiksa dan disetujui dengan benar untuk masuk ke AS.

Anggota DPR AS dari Partai Demokrat Rashida Tlaib mengecam larangan tersebut. Perempuan keturunan Palestina itu menuduh Trump dan ajudannya, Stephen Miller, berupaya mengubah demografi Palestina.

“Kekejaman rasis pemerintahan ini tidak mengenal batas, memperluas larangan perjalanan mencakup lebih banyak negara Afrika dan negara mayoritas Muslim, bahkan warga Palestina yang melarikan diri dari genosida,” katanya, dalam postingan di media sosial.

Anehnya alasan AS itu berstandar ganda. Pasalnya pemukim legal Israel di Tepi Barat membunuh setidaknya dua warga AS keturunan Palestina tahun ini.

Sementara itu, larangan masuk terhadap warga Suriah bertepatan dengan pendekatan AS setelah Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa mengunjungi Gedung Putih pada November.

“Meski negara tersebut berupaya mengatasi tantangan keamanannya dalam koordinasi erat dengan Amerika Serikat, Suriah masih kekurangan otoritas pusat yang memadai untuk menerbitkan paspor atau dokumen sipil dan tidak memiliki langkah-langkah penyaringan dan pemeriksaan yang sesuai,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Sirine Meraung-raung

57 tahun lalu

Izin Ekspor Minyak Dicabut AS, Iran Siapkan Pembalasan

57 tahun lalu

Mencekam! Ledakan Guncang Kawasan Dekat Hotel Tempat Menginap Macron di Damaskus

57 tahun lalu

Sekjen Kementerian PU soal Istri dan Anak Menteri Ikut ke AS: Tak Pakai APBN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal