Trump Mainkan 2 Kartu Hadapi Iran, Buka Negosiasi tapi Opsi Serangan Tetap Berlaku

Anton Suhartono
Donald Trump memainkan strategi ganda terhadap Iran. Di satu sisi, membuka pintu negosiasi namun mempertahankan opsi serangan (Foto: Anadolu)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memainkan strategi ganda terhadap Iran. Di satu sisi, Washington membuka pintu negosiasi setelah Teheran menghubungi AS menyusul ancaman serangan militer. Namun di sisi lain, Trump menegaskan opsi paling keras, termasuk intervensi militer, tetap berada di atas meja.

Trump mengungkapkan, pemerintahannya tengah mempertimbangkan secara serius berbagai langkah untuk merespons situasi di Iran, yang dilanda demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan mematikan. Sedikitnya 490 orang tewas sejak unjuk rasa meletus akhir Desember 2025.

“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang menelaah opsi-opsi yang sangat keras. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/1/2026).

Ancaman tersebut disampaikan di tengah kabar bahwa pejabat Iran telah menghubungi Washington untuk menawarkan perundingan. Trump mengonfirmasi pertemuan sedang disiapkan, namun menegaskan pemerintahannya tidak akan menunggu terlalu lama jika situasi memburuk.

Pernyataan ini memperlihatkan pola khas Trump dalam diplomasi, tekanan maksimum diiringi sinyal dialog. Strategi serupa pernah digunakan Trump dalam menghadapi Korea Utara, dengan ancaman militer dibarengi pembukaan jalur diplomatik.

Sementara itu, Teheran merespons dengan peringatan keras. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya akan membalas setiap serangan AS dengan menghantam Israel serta pangkalan dan kapal perang Amerika di Timur Tengah.

Krisis Iran sendiri berakar dari masalah ekonomi. Demonstrasi bermula dari mogok pedagang di Pasar Besar Teheran akibat anjloknya nilai tukar rial. Gelombang protes kemudian meluas, membawa tuntutan biaya hidup hingga perlawanan terhadap rezim ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Pemadaman internet nasional yang masih berlangsung dinilai memperburuk situasi, memicu kemarahan publik sekaligus kekhawatiran dunia internasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Nah, Amerika Sebut Denmark Langgar Protokol PBB karena Duduki Greenland

Internasional
17 jam lalu

Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Internasional
17 jam lalu

Banjir Dukungan dari Eropa, Denmark Mantap Pertahankan Greenland meski Diancam Trump

Internasional
19 jam lalu

Nah, Trump Repost Pesan Menlu AS Marco Rubio Bakal Pimpin Kuba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal