Trump: Pelaku Pembunuhan di Washington DC Akan dihukum Mati

Anton Suhartono
Donald Trump mengumumkan pelaku pembunuhan di Washington DC akan dituntut hukuman mati (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan setiap pelaku pembunuhan di Ibu Kota Washington DC akan dituntut hukuman mati. Jaksa federal akan memberikan hukuman paling maksimal untuk kasus pembunuhan tertentu.

"Jika seseorang membunuh orang lain di Ibu Kota Washington DC, kami akan menuntut hukuman mati," kata Trump, dalam rapat kabinet di Gedung Putih, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (27/8/2025).

"Ini adalah tindakan pencegahan yang sangat keras dan semua orang yang mendengarnya setuju. Saya tidak tahu apakah kita siap untuk itu, tetapi kita akan melakukannya," ujarnya, menambahkan.

Washington DC menghapus hukuman mati sejak 1972, namun dibatalkan melalui putusan Mahkamah Agung. Kemudian hasil referendum pada 1992, sebagaimana diperintahkan Kongres, menunjukkan mayoritas warga Washington DC atau dua dari tiga penduduk, menolak hukuman mati.

Saat itu referendum digelar di tengah meningkatnya kasus kriminalitas ibu kota negara tersebut, bahkan jumlah kasusnya tertinggi di AS.

Kondisi berubah drastis dalam 33 tahun terakhir. Data statistik angka kejahatan menunjukkan, angka pembunuhan turun 15 persen dari periode yang sama pada 2024, yakni 102 kasus sepanjang 2025 berjalan. Kasus pembunuhan juga turun tajam dari angka tertinggi dalam 20 tahun terakhir, yaitu 274 yang dicapai pada 2023.

Trump bulan ini mengumumkan pengambilalihan Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC disertai dengan pengerahan pasukan Garda Nasional setelah mendeklarasikan darurat kejahatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Internasional
10 jam lalu

Penembakan Tentara Garda Nasional, Trump Akan Usir Pendatang Asing yang Bahayakan Amerika

Internasional
10 jam lalu

Buntut Pembunuhan Tentara Garda Nasional, Trump Tolak Masuk Pendatang dari Negara Dunia Ketiga

Internasional
12 jam lalu

Pelaku Penembakan Tentara Garda Nasional Pernah Kerja untuk CIA, Trump: Motif Masih Gelap

Internasional
13 jam lalu

Afrika Selatan Tak Diundang ke KTT G20 2026, Pejabat Serukan Tekan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal