Trump lalu menyampaikan pernyataan bernada ancaman bahwa sesuatu bisa saja terjadi terhadap Iran.
"Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat," ujarnya.
Ancamannya tersebut terkait dengan demonstrasi rusuh anti-pemerintah yang menelan ribuan korban jiwa. Demonstrasi pecah sejak 28 Desember 2025, memprotes kondisi ekonomi negara itu yang diperparah dengan anjloknya nilai tukar mata uang rial.
Aksi protes yang mulanya diwarnai mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran, menyebar dengan cepat ke kota-kota besar disertai kerusuhan.