"Ini sangat strategis. Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One beberapa waktu lalu.
Merespons Trump, pihak berwenang Greenland dan Denmark menegaskan Greenland tidak dijual. Sejumlah pemimpin Eropa bahkan telah mengkritik rencana Trump tersebut.
Mereka menilai akuisisi Greenland oleh AS dapat merusak kepercayaan antara AS dan Denmark sebagai sekutu NATO. Berdasarkan perjanjian pertahanan NATO, sekutu wajib saling mendukung secara militer jika diserang, sehingga gagasan penjualan menjadi sangat sensitif.
"Ini sudah cukup. Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi isyarat. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi," ujar Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dalam unggahan Facebook pada Minggu (4/1/2026).
Dia menambahkan, Greenland akan tetap menjadi bagian dari Denmark.
"Negara kami bukanlah sesuatu yang dapat Anda ingkari atau rebut sesuka hati. Sekali lagi, saya mendesak Amerika Serikat untuk mencari dialog yang saling menghormati melalui saluran diplomatik dan politik yang tepat dan memanfaatkan forum yang sudah ada berdasarkan perjanjian yang telah ada dengan Amerika Serikat. Dialog tersebut harus dilakukan dengan menghormati fakta bahwa status Greenland berakar pada hukum internasional dan prinsip integritas teritorial," tegas Nielsen.