Turki dan AS Berencana Bentuk Pokja terkait Sanksi Pembelian S-400 Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Menlu AS Mike Pompeo (kiri) bersama Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. (Foto: AFP)

Ankara menyatakan, pembelian S-400 bukanlah pilihan namun sebuah keharusan bagi Turki. Ini disebabkan negara bekas Kesultanan Ottoman itu tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara sejenis dari negara NATO mana pun dengan persyaratan yang memuaskan.

AS mengklaim sistem rudal S-400 menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas. Namun, Turki menolak klaim itu dan menyatakan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam NATO.

Cavusoglu juga mengatakan, Turki siap untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan berharap pemerintahan Biden yang akan datang akan melakukan hal yang sama.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
15 jam lalu

Takut Didemo, Netanyahu Persingkat Kunjungan dan Batal Bermalam di New York

16 jam lalu

Surat dari Washington: Dukungan Amerika atas Transaksi Bayan Resources Kini Tercatat Hitam di Atas Putih

17 jam lalu

Trump: Iran Tak Akan Diberi Kesempatan Miliki Senjata Nuklir

19 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Perwakilan AS-Iran Bertemu di Sela Sidang Umum PBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal