Twitter Tolak Perintah India Blokir 1.178 Akun, Keselamatan Karyawan Terancam

Djairan
Twitter khawatirkan keselamatan karyawan di India setelah menolak memblokir lebih dari 1.000 akun terkait demonstrasi petani (Foto: AFP)

Pemerintah India memerintahkan Twitter, di bawah undang-undang (UU) teknologi informasi, menindak posting-an dan konten yang diduga mengancam ketertiban umum.

Mereka juga meminta Twitter menghapus akun yang menggunakan tanda pagar atau hashtag #ModiPlanningFarmerGenocide, merujuk kepada Perdana Menteri Narendra Modi. Beberapa akun lainnya juga dituding menghasut orang-orang untuk melawan pemerintah.

Pada awalnya Twitter mematuhi, di antara akun entitas dan personal yang diblokir merupakan majalah The Caravan, komentator politik Sanjukta Basu, serikat petani Kisan Ekta Morcha, dan akun milik CEO lembaga penyiaran pemerintah Prasar Bharati.

Akibatnya Twitter sempat dikecam terkait penyensoran sepihak atas nama pemerintah India, lalu akun-akun tersebut dipulihkan kurang dari 6 jam kemudian. Hal itu memancing kemarahan pemerintah India dan menuduh Twitter melanggar kedaulatan hukum.

Seperti diketahui, perhatian publik tertuju pada aksi ratusan ribu petani yang melakukan unjuk rasa dengan berkemah di sekitar Delhi. Mereka menuntut pencabutan UU pertanian baru karena dinilai membahayakan mata pencaharian mereka.

Para petani mengatakan, langkah pemerintah mereformasi pertanian memungkinkan pengecer besar membeli langsung hasil produksi dari petani. Hal itu diyakini bisa mengganggu jaminan harga jangka panjang untuk produk mereka serta membuat petani rentan terhadap permainan bisnis besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Hadiri Pekan Nasional Petani dan Nelayan di Gorontalo, Kenakan Peci Karanji 

57 tahun lalu

Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan usai Terima Uang Rp20 Juta

57 tahun lalu

Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar

57 tahun lalu

Pasukan Oranye Langsung Bersihkan Jalan usai Massa Demo Dukung MBG di Jakpus Bubar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal