Ukraina Disebut Kehilangan 500.000 Tentara selama Agresi Militer Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Ukraina berusaha mempertahankan Kota Bakhmut dari gempuran Rusia, sebelum kota itu akhirnya jatuh ke tangan pasukan Moskow, beberapa bulan lalu. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.idUkraina dikatakan telah kehilangan 500.000 tentaranya sejak dimulainya agresi militer Rusia di negeri itu pada Februari tahun lalu. Klaim tersebut disampaikan oleh analis militer yang juga penasihat penjabat kepala dari Republik Rakyat Donetks (DPR), Yan Gagin, dalam wawancara denga kantor berita Sputnik.

Menurut dia, kerugian yang dialami Angkatan Bersenjata Ukraina antara lain dapat diperoleh dari data intelijen yang diterima pihaknya dari sumber-sumber di Ukraina. Selain itu, ada juga sumber publik yang dapat digunakan untuk memperkuat data tersebut.

“Misalnya, seminggu yang lalu... operator seluler Ukraina (MTS-Ukraina) mengunggah video online yang menyatakan bahwa sekitar 400.000 pengguna tidak akan pernah mengangkat telepon lagi,” kata Gagin seperti dikutip kantor berita Rusia itu, Kamis (14/9/2023). 

Dia juga menyinggung pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg baru-baru ini. Pada waktu itu, Stoltenberg pernah ditanya apakah ada lebih dari 500.000 personel militer yang tewas di Ukraina, namun dia tidak menjawab apa pun.

“Namun (Stoltenberg) mengatakan bahwa mereka (NATO) tidak menjanjikan hal itu akan mudah. Artinya, dia membenarkan angka tersebut dengan diamnya,” ucap Gagin. 

“Oleh karena itu, angka sekitar setengah juta warga Ukraina yang tewas selama konflik ini sebagai personel militer, menurut saya, mendekati kebenaran,” ujarnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Heboh Kabar Rusia Bantu Iran Perang Lawan AS-Israel, Trump: Tak Pengaruh!

Internasional
3 hari lalu

Rusia Heran Negara-Negara Arab Kutuk Iran, tapi Abaikan Serangan AS-Israel

Internasional
4 hari lalu

Perang Timur Tengah Semakin Meluas, Rusia Usulkan Moratorium Serangan

Internasional
4 hari lalu

Rusia: Iran Punya Hak Tentukan Nasib Sendiri tapi Diganggu AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal