UMNO Tarik Dukungan, Pemerintahan PM Malaysia Muhyiddin Yassin dalam Gonjang Ganjing

Anton Suhartono
Muhyiddin Yassin (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) sebagai pendukung Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin resmi menarik dukungan dan keluar dari koalisi Perikatan Nasional (PN), Kamis (8/7/2021).

Ini membuat pemerintahan Malaysia dalam kondisi gonjang ganjing, mengingat dukungan bagi Muhyiddin di parlemen menyusut. UMNO menyumbang dukungan terbanyak bagi Muhyiddin, meskipun berasal dari partai berbeda.

Bukan hanya keluar dari koalisi, UMNO juga mendesak Muhyiddin untuk mengundurkan diri.

Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, Muhyiddin gagal memenuhi permintaan partainya sebagaimana syarat dukungan. Permintaan itu adalah memelopori pemulihan ekonomi dan menangani pandemi Covid-19 secara efektif.

Menurut Zahid, perdana menteri baru harus segera dilantik untuk menangani wabah sampai pemilu tahun depan digelar.

“Pemerintahan ini jelas gagal memenuhi aspirasi rakyat,” kata Zahid, merujuk pada lockdown yang dinilai belum efektif, dikutip dari The Straits Times.

Dia menambahkan, beberapa kegagalan yang kentara adalah penyalahgunaan keadaan darurat yang dijadikan kepentingan politik. Dampaknya merugikan rakyat dan perekonomian negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timur Tengah Memburuk

Health
20 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
20 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
20 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal