Vaksin Covid Buatan Rusia dan China Dicampur, Diuji Coba di Negara Arab

Anton Suhartono
Vaksin Covid hasil penggabungan buatan Rusia, Sputnik V, dan China akan diuji coba di negara-negara Arab (Foto: Reuters)

Sementara itu vaksin Sputnik V belum mendapat persetujuan penggunaan darurat dari WHO.

Menurut Dmitriev, WHO diharapkan mengeluarkan izin penggunaan darurat Sputnik V dalam 2 bulan.

Dia menambahkan, Badan Obat-obatan Eropa (EMA) juga sudah mendapat semua informasi dasar dan tidak ada komentar kritis sama sekali.

Dmitriev tidak menyebut kapan EMA akan mengeluarkan hasil terkait Sputnik V.

"Kami melihat para inspektur menjaga sikap profesional, tidak ada komentar kritis yang signifikan, setidaknya untuk saat ini," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
2 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal