Vaksin Covid Buatan Rusia dan China Dicampur, Diuji Coba di Negara Arab

Anton Suhartono
Vaksin Covid hasil penggabungan buatan Rusia, Sputnik V, dan China akan diuji coba di negara-negara Arab (Foto: Reuters)

Sekadar diketahui, dua vaksin Covid-19 buatan China baru-baru ini mendapat persetujuan untuk penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin Sinopharm lebih dulu mendapat persetujuan yakni pada Mei 2021 disusul Sinovac pada awal Juni.

Sementara itu vaksin Sputnik V belum mendapat persetujuan penggunaan darurat dari WHO.

Menurut Dmitriev, WHO diharapkan mengeluarkan izin penggunaan darurat Sputnik V dalam 2 bulan.

Dia menambahkan, Badan Obat-obatan Eropa (EMA) juga sudah mendapat semua informasi dasar dan tidak ada komentar kritis sama sekali.

Dmitriev tidak menyebut kapan EMA akan mengeluarkan hasil terkait Sputnik V.

"Kami melihat para inspektur menjaga sikap profesional, tidak ada komentar kritis yang signifikan, setidaknya untuk saat ini," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
16 jam lalu

Kisah Banjir Nepal Hanyutkan Brankas Bank, Warga Curi Uang Miliaran Rupiah

20 jam lalu

261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang di China akibat Banjir Dahsyat, Ini Daftarnya

1 hari lalu

Jumlah Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 700 Orang, Baru 20 Jenazah Teridentifikasi

2 hari lalu

Prabowo Dijadwalkan Bertemu Putin di Rusia 3 September, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal