Vatikan Undang Perempuan Rusia Bawa Salib saat Jumat Agung, Ukraina Kesal

Umaya Khusniah
Ukraina kesal lantaran Vatikan mengundang Rusia untuk membawa salib saat prosesi Jumat Agung yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus. (Foto: AP Photo)

“Saya menganggap ide ini tidak tepat dan ambigu. Keputusan itu tidak mempertimbangkan konteks agresi militer Rusia terhadap Ukraina,” kata Shevchuk. 

Sayangnya, Vatikan belum berkomentar atas masalah ini. Paus tidak menyebutkan kontroversi selama audiensi publiknya pada Rabu. Namun dia mengecam agresi bersenjata akhir-akhir ini sebagai “kemarahan terhadap Tuhan.”

Francis telah mendesak untuk gencatan senjata Paskah di Ukraina. Paskah jatuh pada tanggal 17 April bagi banyak orang Kristen tahun ini.

Menanggapi kritik tersebut, Pdt. Antonio Spadaro, seorang imam Yesus di Roma yang dekat dengan Fransiskus, membela pasangan perempuan Rusia dan Ukraina untuk prosesi yang khidmat.

“Anda harus memahami satu hal, tentang paus. Dia seorang pendeta, bukan politisi," kata Spadaro kepada jaringan radio pemerintah Italia, RAI, Rabu (13/4/2022). 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
3 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

3 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

4 hari lalu

Bahlil Pastikan Perusahaan Raksasa Rusia bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

4 hari lalu

Debat di DK PBB! China-Rusia Bela Iran, Tolak Pemberlakuan Kembali Sanksi Internasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal