“Saudara saya punya layanan pengiriman ganja medis, kliennya ya para orang tua siswa. Mereka gunakan itu saat anak-anak mereka ke sekolah,” kata anggota dewan Richie Masadas, yang disambut tawa dari anggota yang lain dalam rapat tersebut.
Rekaman potongan percakapan itu tersebar di Twitter, seperti dalam unggahan reporter NBC Bay Area, Bigad Shaban, yang men-tweet cuplikan itu pada 19 Februari lalu, sehingga bisa dilihat semua orang. Sontak saja hal itu dihujani berbagai komentar netizen.
Kejadian itu membuat lebih dari 7.000 orang menandatangani petisi daring yang meminta para anggota dewan itu segera mengundurkan diri atas perilaku tersebut. Benar saja, dua hari setelah pertemuan itu seluruh anggota dewan sekolah tadi mengundurkan diri.
“Kami sangat menyesali pernyataan yang dibuat dalam rapat dewan awal pekan ini. Ini mengecewakan, dan untuk ini kami mengutarakan permintaan maaf yang tulus,” ujar Pengawas SD Oakley Union, Greg Hetrick.