Video Ungkap Tentara Myanmar Diperintahkan Bunuh Muslim Rohingya

Anton Suhartono
Myo Win Tun memberikan pengakuan dalam video yang dirilis Arakan Army (Foto: AP)

Fortify Rights menyatakan, dua mantan tentara Myanmar, Myo Win Tun (33) dan Zaw Naing Tun (30), melarikan diri dari negaranya bulan lalu dan kini diyakini berada dalam tahanan ICC. Mereka bertugas di batalion infanteri ringan, namun penempatannya terpisah.

"(Mereka memberikan) Nama dan pangkat 19 pelaku dari tentara Myanmar, termasuk keduanya termasuk enam komandan senior, mereka mengklaim memerintahkan atau berkontribusi pada kejahatan kekejaman terhadap Rohingya," bunyi pernyataan Fortify Rights, dikutip dari Associated Press, Rabu (9/9/2020).

Video-video itu direkam pada Juli saat Nyu dan Zaw tentara berada dalam tahanan Tentara Arakan, kelompok gerilyawan etnis di Rakhine yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan pemerintah. Video juga diunggah di akun Fortify Rights.

Badan-badan PBB dan organisasi HAM lainnya juga sudah mendokumentasikan kekejaman yang dilakukan tentara Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Dalam video pengakuan itu, kedua tentara terlihat duduk mengenakan seragam militer. Mereka diberikan pertanyaan oleh orang yang berada di balik kamera. Tindak kekerasan yang digambarkan oleh keduanya seolah membenarkan laporan penyelidikan yang dilakukan organisasi HAM serta PBB. Mereka mendapatkan informasi itu dari para pengungsi di Bangladesh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Video Viral Turis Bangladesh Kencing di Eskalator MRT, Netizen Syok!

57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Dibidik Pengadilan Kriminal Internasional, Menteri Radikal Israel malah Nantang: Saya Tidak Takut!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal