Tidak ada obat atau vaksin khusus. Namun, sejumlah orang telah pulih setelah perawatan.
Lebih lanjut Ryan mengatakan tim ahli internasional sedang berkumpul untuk pergi ke China dan bekerja dengan para ahli di sana untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana penyakit ini ditularkan.
"Kami berada di titik penting dalam kejadian ini. Kami percaya rantai penularan ini masih dapat diputus," katanya, seperti dilaporkan BBC.
Para ilmuwan di Australia telah berhasil membuat ulang virus korona baru di luar China, yang meningkatkan harapan bahwa itu dapat digunakan untuk mengembangkan tes diagnosa dini.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengunjungi China pekan ini, mengatakan kebanyakan orang yang tertular virus itu hanya menderita gejala lebih ringan. Namun sekitar 20 persen mengalami efek parah seperti pneumonia dan gagal pernapasan.