Wabah Virus Nipah Berisiko Jadi Pandemi Besar Berikutnya, Tingkat Kematian 75 Persen

Ahmad Islamy Jamil
Petugas kesehatan dengan APD lengkap menangani jenazah pasien virus nipah di Kerala, India. (Foto: Reuters)

Pada saat itu, para pejabat kesehatan percaya bahwa wabah Nipah di Bangladesh dan India mungkin terkait dengan minuman jus kurma.

Laporan Access to Medicine Index 2021 melihat upaya dari 20 perusahaan farmasi terkemuka di dunia untuk membuat obat, vaksin, dan diagnostik kini lebih mudah diakses. Ditemukan bahwa penelitian dan pengembangan untuk Covid-19 telah meningkat dalam setahun terakhir. Akan tetapi, risiko pandemi lainnya sejauh ini belum tertangani.

“Indeks ini disiapkan selama krisis kesehatan masyarakat terburuk dalam satu abad—yang telah mengungkapkan adanya ketidaksetaraan kronis akses obat-obatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap laporan Access to Medicine Foundation.

“Namun, setelah bertahun-tahun mendorong perencanaan akses, kami sekarang melihat pergeseran strategis ke arah ini. Ini secara radikal dapat mengubah seberapa cepat akses ke produk baru dicapai—jika kepemimpinan perusahaan bertekad untuk memastikan orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak berada di antrean terakhir,” kata lembaga itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

2 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

3 hari lalu

Virus Baru ALTNV Mematikan? Ini Jawabannya!

3 hari lalu

Debat di DK PBB! China-Rusia Bela Iran, Tolak Pemberlakuan Kembali Sanksi Internasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal