Wapres AS Tegaskan Tak Setuju jika Ada Rencana Paksa Relokasi Warga Gaza

Muhammad Fida Ul Haq
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris menegaskan rakyat Palestina tak boleh direlokasi paksa (Foto: Antara)

NEW YORK, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris menegaskan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat harus tetap mendapatkan haknya dan tidak boleh direlokasi paksa. Dia menyebut semua rakyat Palestina harus dipimpin satu pemerintahan.

Melansir dari Al Arabiya, Minggu (3/12/2023), Harris menegaskan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza atau Tepi Barat, pengepungan Gaza, atau perubahan batas Gaza tidak akan ditolerir.

Dia juga mengatakan setelah perang berakhir, upaya untuk membangun kembali harus dibagung secara bersama-sama.

Otoritas Palestina dari oraganisasi Fatah yang didukung oleh Barat menguasai sebagian Tepi Barat yang diduduki. Hamas menguasai Gaza pada 2007.

Pejabat AS telah membahas penguatan Otoritas Palestina agar dapat meluaskan cakupannya untuk mencakup Gaza, tetapi belum ada rencana yang pasti disepakati.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Internasional
14 menit lalu

Presiden Pezeshkian: Iran Tak Akan Tunduk kepada AS

Internasional
30 menit lalu

Iran Sebut Israel Berusaha Gagalkan Negosiasi Nuklir dengan AS

Nasional
8 jam lalu

Kejagung Kaji Laporan Koalisi Sipil terkait Kejahatan Genosida Israel di Gaza

Nasional
5 jam lalu

Israel dan RI Ada di Board of Peace, Kemlu: Bukan Normalisasi Hubungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal