Warga Uighur di Kamp Penahanan China Berisiko Terinfeksi Virus Korona

Nathania Riris Michico
Orang-orang Uighur berjalan menuju masjid Id Kah untuk menghadiri salat Idul Fitri di Kashgar di wilayah Xinjiang, China. (FOTO: Greg Baker / AFP)

"Diaspora Uighur takut jika virus belum ada di kamp, ketika virus mencapai mereka, konsekuensinya akan menjadi bencana besar, yang mengarah ke wabah massal dan kematian tinggi dengan sangat cepat karena kepadatan tempat tinggal," tulis petisi itu.

Jumlah korban tewas akibat Covid-19 di China terus meningkat.

Hampir 60.000 kasus dikonfirmasi di tingkat nasional dan lebih dari 1.500 orang tewas. WHO menyatakan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan global.

Para pakar dan juru kampanye PBB mengatakan, satu juta warga Uighur dan etnis lainnya, yang sebagian besar Muslim, ditahan dalam kamp di wilayah Xinjiang.

Sementara itu, Pemerintah China berulang kali mengatakan kamp itu menyediakan pendidikan dan pelatihan sukarela untuk membantu memberantas ekstremisme.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
5 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
7 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal