WHO Gandeng Google dan Platform Media Sosial Tangkal Kabar Hoaks Virus Korona

Anton Suhartono
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

Tim media sosial WHO bekerja 24 jam penuh untuk mengidentifikasi rumor yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, seperti tindakan pencegahan salah kaprah dan penyembuhan.

Saat ini jumlah korban tewas di China mencapai 361 orang, melampaui jumlah kematian di akibat sindrom pernapasan akut SARS pada 2002 hingga 2003.

Jumlah penderita yang terinfeksi di China juga melonjak signifikan hingga Senin, menembus angka 17.200 kasus.

Dalam sehari, jumlah kematian terbaru mencapai 57, peningkatan terbesar sejak virus terdeteksi pada akhir Desember 2019 di Kota Wuhan.

Sementara kasus kematian pertama di luar China dilaporkan di Filipina pada Minggu (2/2/2020). Korban meninggal merupaka warga China yang tengah melancong ke Filipina. Dia sudah dirawat selama 2 pekan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Fakta Mengejutkan! Banyak Anak Indonesia Ngaku Dewasa agar Bebas Main Medsos

Internet
11 jam lalu

Ngenes! Komdigi Akui Banyak Anak Indonesia Manipulasi Usia di Medsos

Internasional
24 jam lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal