WHO: Limbah Medis Menumpuk dalam Jumlah Besar selama Pandemi, Jadi Ancaman Sendiri

Ahmad Islamy Jamil
Limbah medis yang ditemukan berserakan di jembatan penyeberangan di kawasan Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tepatnya di sisi timur alun-alun kota pada Juni 2021. (Foto: iNews/Nur Choiruddin)

Laporan itu juga menyebutkan, sekitar 140 juta alat uji berpotensi menghasilkan 2.600 ton limbah—yang sebagian besarnya berupa sampah plastik dan limbah kimia—yang cukup untuk mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.

Selain itu, diperkirakan bahwa sekitar 8 miliar dosis vaksin yang telah diberikan kepada penduduk dunia dan menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah medis dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

Laporan WHO tidak menyebutkan contoh spesifik di mana penumpukan limbah-limbah medis paling mengerikan terjadi. Akan tetapi, organisasi internasional itu merujuk pada tantangan yang pernah muncul sebelumnya semisal pengolahan dan pembuangan limbah resmi yang terbatas di pedesaan India, serta sejumlah besar lumpur tinja yang tidak terkelola di fasilitas karantina di Madagaskar.

“Bahkan sebelum pandemi, sekitar sepertiga fasilitas kesehatan tidak dilengkapi untuk menangani beban limbah yang ada. Dari jumlah itu, 60 persennya terdapat di negara-negara miskin,” ungkap WHO.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 hari lalu

Sampah Kemasan Ancam Laut Indonesia, Upaya Daur Ulang Diperluas

1 bulan lalu

Budi Gunadi Siap Mundur dari Menkes jika Terpilih Jadi Dirjen WHO

1 bulan lalu

Menkes Budi Ungkap Dicalonkan Prabowo jadi Dirjen WHO: Amanah dari Presiden

1 bulan lalu

Pertamina Eco RunFest 2026 Hadirkan 7 Inisiatif Hijau, Targetkan 24 Ribu Peserta Tanpa Jejak Sampah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal