WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo sebagai Darurat Kesehatan Global

Nathania Riris Michico
Seorang pria divaksinasi Ebola di luar Pusat Kesehatan Afia Himbi di kota Goma, Kongo pada 15 Juli 2019. (FOTO: Pamela Tulizo/AFP )

Ghebreyesus mengatakan pihaknya menerima rekomendasi tidak boleh ada pembatasan perjalanan atau perdagangan, dan tidak ada penyaringan bagi penumpang yang ingin masuk ke pelabuhan atau bandara di luar wilayah Kongo.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyambut langkah ini.

"Meskipun itu tidak mengubah kenyataan di lapangan bagi para korban atau mitra yang terlibat, kami berharap status itu akan membawa perhatian internasional yang layak didapatkan krisis ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Seberapa parah situasi di Kongo?

Wabah yang terbesar kedua dalam sejarah ini dimulai pada Agustus 2018 dan memengaruhi dua provinsi di Kongo, Kivu Utara, dan Ituri. Lebih dari 2.500 orang terinfeksi dan dua pertiga dari mereka meninggal.

Wabah ini berkembang dengan sangat pesat. Dibutuhkan 224 hari bagi jumlah kasus untuk mencapai 1.000, namun selang 71 hari kemudian jumlah kasus bisa mencapai 2.000.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Health
22 hari lalu

Kaget! Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kasus Kusta Terbanyak di Dunia

Nasional
30 hari lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Internasional
2 bulan lalu

WHO Berduka atas Banjir Sumatera, Siap Beri Bantuan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal