Wow! DPR AS Ajukan Belanja Militer 2025 Rp14.594 Triliun, Lebih dari 4 Kali APBN Indonesia

Ahmad Islamy Jamil
Momen Presiden AS Joe Biden menyapa para prajurit militer Amerika dalam sebuah kesempatan, beberapa bulan lalu. (Foto: Reuters)

Pada Mei lalu, Komite Angkatan Bersenjata DPR AS juga menyetujui amendemen undang-undang yang melarang warga negara Rusia dan China memasuki lokasi produksi senjata nuklir dan laboratorium keamanan nasional AS.

Pada Selasa kemarin, Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih (OMB) mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mendukung pemberlakuan rancangan NDAA 2025. Akan tetapi, pihaknya berharap dapat bekerja sama dengan para anggota parlemen untuk mengatasi beberapa kekhawatiran mengenai RUU tersebut.

Dalam pernyataannya, Pemerintahan Biden menentang tindakan yang membatasi Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk berbagi informasi dengan Rusia yang diwajibkan oleh Perjanjian START Baru. Meskipun Amerika Serikat saat ini tidak lagi berbagi informasi dengan Moskow sebagai balasan terhadap pelanggaran yang dilakukan Rusia terhadap perjanjian tersebut, NDAA 2025 dikatakan akan terlalu membatasi kemampuan Pemerintah AS untuk mengadopsi atau melonggarkan tindakan balasan yang diperlukan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
23 jam lalu

Trump Klaim AL dan AU Iran Sudah Lenyap, Pabrik Senjata Hancur

18 jam lalu

Trump Ingin Hancurkan Iran, Menlu Araghchi: Bakal Gagal, AS Kalah!

1 hari lalu

Kecelakaan Horor, Pesawat Cessna Tabrak Helikopter Polisi di Udara

1 hari lalu

Trump Ancam Hukum Negara-negara yang Kerja Sama Ekonomi dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal