Alasan Pramono Bongkar Salah Satu JPO Love and Hate di Rasuna Said Jaksel

Danandaya Arya Putra
Dua JPO di kawasan Rasuna Said saling berdekatan tetapi tak terhubung (foto: Danandaya Arya)

Pramono menilai JPO milik Pemprov Jakarta memiliki desain yang sudah cukup lama dibandingkan JPO yang dibangun untuk integrasi LRT Jabodebek.

"Cuma yang satu yang dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal lah. Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," kata dia.

Menurut Pramono, JPO lama memiliki persoalan utama dari sisi aksesibilitas. Fasilitas tersebut dinilai tidak ramah bagi penyandang disabilitas sehingga tidak memungkinkan untuk dipertahankan.

"Saya sudah memutuskan bahwa yang satu akan kita bongkar. Alasannya adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas," katanya.

Pramono juga menjelaskan alasan kedua JPO tidak dapat begitu saja disambungkan. Perbedaan ketinggian antara kedua jembatan cukup signifikan sehingga justru dapat menyulitkan penyandang disabilitas.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Penampakan Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu Jaktim, Diapresiasi Warga Sekitar

2 hari lalu

Pramono Siapkan Kebun Raya Mangrove Pertama di Jakarta, Target Rampung 2027

2 hari lalu

Hore! Pramono Izinkan Turnamen Sepak Bola Jalanan Liga Aspal Digelar di Seluruh Jakarta

2 hari lalu

Cegah Remaja Tawuran, Pramono Resmikan Arena Tinju di Kampung Melayu Jaktim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal