Dia menuturkan, pelaku bekerja sebagai satpam dan satu lagi pekerja harian. Mereka juga merekam aksinya dan diunggah di media sosial. "Iya untuk mencari eksistensi saja dan supaya dianggap jagoan," tuturnya.
Dalam penganiayaan itu mereka membawa senjata tajam. "Mereka beli di salah satu perajin sajam di wilayah Senen, mereka mengakui harganya Rp350 ribu," katanya.