Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong pembangunan berstandar ramah lingkungan. (Foto: Refi Sandi)
Muhammad Refi Sandi

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong pembangunan berstandar ramah lingkungan atau green building. Dia menyebut pencemaran lingkungan tak hanya dari polusi motor tapi juga bangunan.

Anies menyebut bakal ada turunan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) yang akan mengatur terkait bangunan di Jakarta. Hal itu disampaikan usai memberikan sambutan di acara sosialisasi Pergub RDTR di Gedung Pola, Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).

Anies mengatakan bahwa gas efek rumah kaca tidak hanya disebabkan dari polusi kendaraan. Bangunan perkantoran dan lainnya yang tidak ramah lingkungan juga menyumbang.

"Jadi gini, ketika kita membangun kawasan berorientasi transit, lalu membangun kota ini berbasis kendaraan umum, itu punya efek mengurangi efek rumah kaca. Tapi jangan lupa, salah satu kontributor efek rumah kaca itu adalah bangunan yg tidak berbasis green building, itu termasuk penyumbang besar," ujar Anies.

Anies menegaskan terus berupaya mengurangi gas efek rumah kaca dengan membangun kawasan berorientasi transit. Kendati demikian, dia menyadari terkait green building masih belum maksimal.

"Jadi ke depan bangunan harus dibangun berbasiskan pada konsep green building. Ini yang harus diturunkan dari Pergub ini mengenai aturan green building Jakarta," ucapnya.

Lebih lanjut, Anies menyebut saat ini Pemprov mulai fokus terkait green building pada bangunan-bangunan di Jakarta.

"Hari ini Pemprov DKI sudah mulai bangunan-bangunan yang baru disiapkan sebagai green building. Tapi yang lain itu belum ada keharusan. Jadi kita harus buat itu. Jadi Pergub 31 ini adalah Pergub payung yang nantinya ada aturan-aturan turunannya tentang bangunan," tuturnya.



Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT