"Kelimanya masih duduk di bangku SMA dan SMK, ada juga yang putus sekolah berinisial AL. Mereka juga membawa senjata tajam (sajam) yang berbeda-beda untuk tawuran, di antaranya samurai, celurit, dan golok," ujarnya.
Wito menerangkan kronologi kejadian pada pukul 04.00 WIB. Berawal saat petugas patroli operasi kejahatan jalanan (OKJ), anggota Polsek Sukatani bergabung dengan Polsek Pebayuran dan Muspika Sukatani di lokasi Kampung Kobak Rante, perbatasan Wilayah Kecamatan Sukakarya, dan Kecamatan Pebayuran.
Sebelum bertemu, mereka yang membawa senjata tajam jenis celurit ukuran panjang dan golok keburu diamankan petugas. Selanjutnya mereka dibawa ke Mapolsek Sukatani.
"Saat ini pelaku dilakukan pemeriksaan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Hal itu guna mengetahui kelompok-kelompok remaja mana saja yang sering melakukan aksi tawuran," tuturnya.