Bogor Diguyur Hujan Deras, BMKG: Bukan Tanda Musim Kemarau Berakhir

Binti Mufarida
Ilustrasi hujan (foto: Pixabay)

Meski demikian, Guswanto menjelaskan dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.

"Aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan meski secara umum udara kering mendominasi," ujarnya.

BMKG juga mencatat fenomena El Nino masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25. Kondisi tersebut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

"Namun, hujan lokal tetap bisa terjadi karena dinamika atmosfer regional," kata Guswanto.

Sebelumnya, kehadiran hujan disambut baik masyarakat karena membantu mengurangi dampak kekeringan dan krisis air bersih.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

El Nino Capai Level Sangat Kuat, BMKG Ungkap Musim Hujan di RI Mundur

3 hari lalu

Hari Ini KPK Periksa Nusron Wahid, Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi HGB Bogor

6 hari lalu

Rumah hingga Sekolah di Sumba Barat Daya Rusak Imbas Gempa M6,1

6 hari lalu

62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya NTT usai Gempa Besar M6,1, Terkuat M4,3

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal