”Tidak pakai almamater, tiba gabung dan mereka yang anarkis, kita yang kena,” ujarnya.
Para mahasiswa terpancing provokasi sehingga terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian. Alhasil, terjadilah saling lempar batu dan botol. Bentrokan tersebut tidak berlangsung lama.
Suhendar menyebut kondisi saat ini sudah kondusif, para mahasiwa juga sudah kembali ke kampus dan pulang ke rumah.
Bahkan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hendra Gunawan telah menjenguk mahasiswa yang terluka akibat bentrok. Kapolres juga menjamin biaya pengobatan di rumah sakit.
"Intinya biaya rumah sakit ditanggung kapolres. Kami juga menegaskan aksi mahasiswa damai tidak ada tindakan anarkis," tuturnya.
Sementara hingga kini, pihak kepolisian belum bisa diminta konfirmasinya terkait bentrokan dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja tersebut.