Di kawasan Stasiun Kota, rekayasa lalu lintas diberlakukan pada 10 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027 untuk mendukung pembangunan koridor bawah tanah (underground passageway) yang menghubungkan Stasiun Kota dengan akses masuk sisi utara.
Pada Jalan Pintu Besar Selatan, kendaraan dari arah selatan menuju Kota Tua akan menggunakan jalur sisi barat. Sementara kendaraan dari arah utara menuju Mangga Besar akan diarahkan masuk melalui sisi barat, berpindah ke sisi timur, lalu kembali ke sisi barat.
Selama pekerjaan berlangsung, masing-masing satu lajur untuk setiap arah disediakan khusus bagi bus TransJakarta, penghuni kawasan, serta kendaraan menuju pertokoan di Jalan Pintu Besar Selatan. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Pancoran, akses akan dibuka untuk seluruh kendaraan sesuai pengaturan petugas di lapangan.
Sementara di Simpang Asemka, bagian tengah simpang akan digunakan sebagai area konstruksi. Arus kendaraan dari Jalan Pintu Besar Utara menuju Jalan Pintu Besar Selatan maupun sebaliknya dialihkan melalui sisi barat area kerja dengan satu lajur untuk masing-masing arah.
Di Jalan Asemka terjadi penyempitan menjadi dua lajur untuk masing-masing arah, sedangkan di Jalan Jembatan Batu jumlah lajur tetap tiga untuk setiap arah. Kendaraan yang hendak berbelok kanan menuju Kota Tua diimbau menggunakan lajur paling kanan, sedangkan kendaraan yang akan lurus atau berbelok kiri dapat menggunakan dua lajur lainnya.