“Sekarang sudah ada teknologinya tuh bikin video hoaks. Jadi saya lagi minta smart city pastikan dulu. Videonya yang masuk banyak sekali, bukan hanya yang kita lihat yang viral, ada beberapa video. Itu baru saya kirim ke tim smart city untuk mengetahui mereka itu legitimate,” tutur Sandi.
Ke depan, Sandi berjanji lebih meningkatkan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan agar CFD tidak digunakan sebagai sarana agenda politik. Terlebih lagi sampai ada gesekan hingga menimbulkan perpecahan.
“Nanti CFD kita tempatkan aparat di sana sekalian koordinasi dengan polisi dan semua aparat termasuk masyarakat harus ikut mengingatkan,” ujarnya.
Sandi menyarankan, kelompok-kelompok yang terlibat saling ejek tersebut seharusnya mengisi kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Misalnya bersihin kali, tuh masih banyak. Bersihin air, ikut sama saya ke Pulau Tidung tanggal 4,5, dan 6 bersihin pulau. Begitu dong kalau mau keren,” kata Sandi.