Adapun, berdasarkan data per 1 Januari 2026, kasus Super Flu tersebar di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dijelaskan Ani, Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Disebut Super Flu karena penyebarannya relatif lebih cepat.
"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," katanya.