JAKARTA, iNews.id - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah mulai melakukan pembangunan infrastruktur angkutan transportasi berbasis rel Moda Raya Terpadu (MRT) fase dua. Proyek tersebut akan menyambungkan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat hingga kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
PT MRT telah menyediakan anggaran sebesar Rp22,5 Triliun untuk menggejot keseluruhan infrastruktur kereta canggih ini. Dana itu didapat dari pinjaman pemerintah Jepang. Sementara, keseluruhan jalur MRT fase II bakal dibangun di bawah tanah.
"Nilai total untuk fase dua kita siapkan anggrannya itu sebesar Rp22,5 triliun dan itu seluruhnya adalah pendanaan pinjaman lunak yang kita dapatkan dari pemerintah Jepang," kata Direktur Utama MRT Jakarta Wiliam Syahbandar saat di konfirmasi Kamis (20/6/2019).
Saat ini, menurut dia, pihaknya sudah mulai mengerjakan beberapa paket pembangunan infrastruktur tersebut. Dia pun menargetkan pada 2024 proyek tersebut tuntas dikerjakan.
"Fase II ya sudah kita mulai CP200 yaitu pembangunan receiving substation, di Monas juga mulai dibangun ya. Kemudian CP201 yaitu paket pertama kita yang dikerjai oleh Jakpro yaitu dari Bundaraan HI menuju Harmoni yaitu dalam proses lelang. Kemudian CP202, 203 juga akan segera biding dalam waktu beberapa minggu kedepan," tuturnya.