Hermawanto menjelaskan seluruh barang tersebut ditemukan di ruangan bekas ketua yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada 18 April 2026. Selama ini, kata dia, pihak sekolah tidak memiliki akses karena seluruh kunci ruangan dibawa oleh yang bersangkutan.
"Kami berharap kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini karena berkaitan dengan senjata dan juga keamanan nasional," ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan masih terdapat satu ruangan lain yang menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka.
"Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana," tutur dia.
Sementara itu, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji mengatakan awalnya pihak sekolah hanya bermaksud membuka ruangan tersebut untuk kebutuhan operasional guru. Namun, bersama polisi, mereka justru menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.