Bantuan ini menjangkau warga dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Program tersebut juga mencakup 289 warga dari sanggar kegiatan belajar dan tiga siswa sekolah luar biasa (SLB).
Pramono menegaskan, Pemprov Jakarta berupaya memastikan persoalan ekonomi dan administrasi tidak menghalangi warga untuk melanjutkan pendidikan maupun mendapatkan pekerjaan.
"Jangan sampai ada yang tidak bisa mengambil ijazah di Jakarta karena persoalan ekonomi, administrasi, dan sebagainya. Maka, pemerintah hadir bersama Baznas Bazis untuk menyelesaikan itu," katanya.