Jakarta Terancam Kekurangan Air Imbas Kekeringan September 2026? Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi penyaluran air bersih. (Foto: Dok iNews)

BMKG sendiri memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah pada Dasarian I September 2026. Secara nasional, sekitar 85,07 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. 

Mengapa Kekurangan Hujan Bisa Berdampak pada Air?

Hujan memiliki peran penting dalam menjaga siklus air. Air hujan dapat mengisi kembali sejumlah sumber air, termasuk badan air dan cadangan air tanah.

Ketika hujan berkurang, proses pengisian kembali tersebut ikut menurun. Apabila kondisi ini berlangsung berulang atau dalam waktu lama, ketersediaan air dapat semakin tertekan.

Situasinya tentu berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya karena ketersediaan air tidak hanya bergantung pada hujan, tetapi juga kondisi sumber air, pengelolaan air, kebutuhan masyarakat, serta sistem distribusi.

Dengan kata lain, peringatan kekeringan meteorologis lebih tepat dipandang sebagai sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan sebagai kepastian bahwa Jakarta akan mengalami krisis air.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
21 jam lalu

Apa Itu Kekeringan Meteorologis yang Terjadi di DKI Jakarta hingga 10 September 2026? Cek di Sini!

22 jam lalu

Kekeringan Jakarta di Depan Mata! Warga Diimbau Hemat Air Mulai dari Sekarang

22 jam lalu

Gawat! DKI Jakarta Masuk Peringatan Dini Kekeringan

1 hari lalu

Mentan Amran Siapkan Pompanisasi hingga Benih Tahan Kekeringan untuk Hadapi El Nino

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal