Urip Saputra (40) warga Rancabungur, Kabupaten Bogor yang sempat membuat heboh meminta maaf. (Foto: MPI)
Putra Ramadhani Astyawan

BOGOR, iNews.id - Kasus pria meninggal lalu hidup lagi di Bogor yang dilakukan Urip Saputra akhirnya selesai dengan restorative justice. Diketahui Urip mengakui perbuatannya melakukan rekayasa dan telah meminta maaf.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin pun menjelaskan soal penerapan restorative justice dalam kasus tersebut. Dia mengatakan dalam suatu kejadian atau penegakkan hukum terdapat 3 hal yang diperhatikan yaitu keadilan, manfaat, dan kepastian tujuan hukum itu sendiri.

"Dalam proses penegakan hukum itu ada 3 hal yang perlu kita sepakati untuk tujuan hukum itu sendiri baik keadilan, kemanfaatan kemudian kepastian," kata Iman, Senin (21/11/2022).

Polisi memutuskan kasus Urip ini telah selesai dengan restorative justice karena dinilai lebih bermanfaat dan menjadikan pelajaran bagi semua.

"Ketika orang-orang atau subjek hukum ini mengambil langkah-langkah untuk pemanfaatan hukum dan rasa keadilan dengan mekanisme yang sekarang ada restorative justice saya kira itu lebih bermanfaat dan lebih barokah bagi kita semuanya," ucapnya.

Terkhusus Urip, Iman menegaskan kejadian ini bisa dijadikan pelajaran dalam setiap langkah atau mengambil keputusan pastinya akan mengandung konsekuensi. 

"Sekarang yang bersangkutan sudah sadar dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga masyarakat atas perbuatan yang dilakukan. Saya kira itu, selesai ya rekan-rekan sekalian mudah-mudahan saudara Urip dan kita semuanya menjadikan pembelajaran di setiap langkah yang kita lakukan mengandung konsekuensi," tuturnya.

Sebelumnya, Urip Saputra (40), warga Rancabungur, Kabupaten Bogor diketahui merekayasa kematiannya untuk menghindari utang Rp1,5 miliar. Rekayasa pura-pura mati itu sudah dipersiapkan secara matang.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, rekayasa itu dibuat Urip mulai dari memesan mobil ambulan dan peti mati. Bahkan, Urip juga berencana membuat identitas baru apabila rekayasa kematiannya berhasil.

Sang istri pun terpaksa mengikuti rekayasa yang digagas suaminya itu. Karena, istrinya sempat mengingatkan Urip akan dampak yang kegaduhan atau kehebohan terjadi dari rekayasa tersebut.



Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT