Di samping itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak menstigma bahwa kedua sekolah tersebut tidak baik. Karena, bagaimanpun mereka yang terlibat dalam aksi penyerangan hanya oknum.
"Remaja ini ada beberapa perilakunya yang cenderung agresif. Kami tidak ingin sekolah ini distigma sebagai sekolah tawuran dan sebagainya. Semua sekolah memiliki peluang, ini kan oknum. Jangan kemudian kita samakan sekolah ini sekolah yang suka tawuran semua punya potensi yang sama," tutupnya.
Seperti diketahui, remaja berinsial RMP (17) yang merupakan pelajar dari SMA 7 Kota Bogor meninggal dunia usai diserang pelajar lainnya di Jalan Palupuh, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Rabu 6 Oktober 2021 malam.
Dari kasus itu, polisi mengamakan pelaku utama berinisial RA (18) yang merupakan pelajar dari SMA 6 Kota Bogor dibantu rekannya ML (17). Adapun motif penyerangan oleh RA yakni dendam pribadi.