"Kita akan melakukan pembinaan untuk sekolah yang terlibat, termasuk untuk para orang tua dan seluruh siswa dengan melakukan kegiatan pembinaan yang akan diisi oleh kepolisian, Kesbangpol, dari Kanwil Kemenkumham, dan juga Kementerian Agama," tuturnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, video sejumlah remaja perempuan sedang makan di sebuah restoran cepat saji sambil mengolok-ngolok penderitaan anak Palestina viral di media sosial.
Kelima pelajar itu juga sudah meminta maaf secara bergantian dalam video itu. Mereka menyesalkan tindakan yang dilakukan dan mengklaim tidak berniat menghina siapa pun.
"Saya di sini meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas tindakan tidak terpuji yang telah saya lakukan. Saya benar-benar tidak berniat untuk menghina apalagi melecehkan satu pihak tertentu," kata remaja pengunggah video bernada ejekan ke anak-anak Palestina, dilihat dalam channel YouTube Lima Sekawan, Rabu (12/6/2024).