Pemprov DKI Ungkap Penyebab Dana Mengendap Rp14,6 Triliun: Akselerasi Pembayaran

Muhammad Refi Sandi
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati menjelaskan alasan ada dana mengendap Rp14,6 triliun. (Foto: Pemprov DKI)

Hal itu wajar terjadi seiring dengan pembayaran yang meningkat signifikan pada dua bulan terakhir.

"Sebagai gambaran, pembayaran di Desember 2023 mencapai Rp16 triliun dan Desember 2024 mencapai Rp18 triliun," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah mendorong perangkat daerah untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran, terutama belanja prioritas dengan alokasi besar, dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. 

Perlambatan belanja di triwulan II dan III terjadi karena penyesuaian program quick win (terbaik cepat) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 dan perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa sesuai prinsip good governance dan spending better (kemanfaatan).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Megapolitan
4 jam lalu

Pramono Fokus Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir Jakarta, Belum Mau Tambah Sumur Resapan

Megapolitan
9 jam lalu

Pramono Belum Akan Tambah Sumur Resapan untuk Atasi Banjir, Ini Alasannya

Megapolitan
11 jam lalu

Pramono Minta Dinas SDA Tambah Pompa untuk Sedot Air Banjir di Daan Mogot

Megapolitan
12 jam lalu

Pramono soal Penanganan Banjir Jakarta: Tak Bisa Bim Salabim Selesai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal